Minggu, 19 Oktober 2014

MENGINAP DI YOGYAKARTA VI


      Seperti yang telah dibahas dalam jurnal sebelumnya "MENGINAP DI YOGYAKARTA V" setibanya saya di Candi Prambanan, candi yang pertama kali saya singgahi adalah candi Garuda. Candi Garuda ini merupakan candi wahana, awalnya candi ini berisi patung Garuda sebagai tunggangan dari Wisnu, dan letaknya pun berhadapan dengan candi Wisnu. Suasana yogya yang masih sejuk pagi itu membuat saya betah sekali berlama - lama duduk di atas tangga candi Garuda (yang lumayan tinggi) tidak tahu kenapa, rasanya tenang sekali... hehehe... :))

CANDI GARUDA*

CANDI APIT*

   
CANDI PATOK*


CANDI KELIR*
     Setelah dirasa cukup, kami melanjutkan untuk mengunjungi museum Prambanan yang masih berada di dalam kompleks candi. Sebenarnya kunjungan ke museum ini tidak disengaja hehehe... Awalnya kami tidak tahu tentang keberadaan museum ini, isinya cukup menarik, ada beberapa patung atau tembikar - tembikar yang dipajang. rata - rata bentuknya sudah tidak sempurna. Juga ada seperangkat alat musik jawa, satu set lengkap gamelan (yang tidak boleh dimainkan) hehehe... juga kamar mandi. Dari candi ke museum jaraknya lumayan untuk membakar beberapa ons lemak tubuh hehehe... tapi tentu saja tidak akan terasa capek, diselingi pemandangan taman - taman Prambanan, latar belakang candi yang sangat cantik dan udara yang masih sejuk, semua rasa capek jadi teralihkan hehehe... Itulah kenapa saya menyarankan untuk ke Prambanan di pagi hari atau malam hari, selain masih sepi pengunjung (bahkan belum ada) udara dan kompleks candi masih sejuk, sedangkan di malam hari digelar pertunjukkan sendratari Ramayana yang pastinya sangat sayang kalau tidak ditonton. Yang pernah ke Prambanan pasti tahu betapa panasnya kompleks candi Prambanan  di siang hari hehehe...


DI ATAS PAGAR KELILING KOMPLEKS CANDI
(TERLIHAT JAJARAN RERUNTUHAN CANDI PERWARA
DAN DERETAN RATNA YANG BERBARIS RAPI)

BERGAYA DI JALAN KELUAR KOMPLEKS

BERKELILING TAMAN

KACAMATA HITAM

KETEMU MUSEUM

*

MASUK YUK (MUMPUNG GRATIS)

*

KOLEKSI

DO NOT PLAY YES...

PENABUH

DO NOT TOUCH!
     
       Museumnya gratis, di dalam terdapat dua joglo yang dihubungkan dengan jembatan kecil. Teras dikelilingi parit kecil yang berisi ikan - ikan. dan juga taman yang asri dengan beberapa temuan purbakala disebar di berbagai titik dalam taman. Joglo pertama terdapat ruang tamu dan tempat duduk yang boleh diduduki hehe... setelah itu kami menyebrang ke joglo kedua yang berisi set gamelan hehehe...


*

*

*
     
      Puas melihat - lihat museum, kami lanjutkan kunjungan ke pusat oleh - oleh. Letaknya di depan dekat pintu keluar kompleks, dari museum ke pusat oleh - oleh jaraknya lumayan jauh, karena hari sudah mulai siang, jadilah kami mandi keringat hehehe... Kompleks candi Prambanan sangat luas, di sini sebenarnya menyewakan sepeda angin untuk keliling - keliling, tapi sudah terlalu capek juga rasanya, dan kami masih harus mengurus pembelian tiket ke terminal Giwangan, jadi lebih memutuskan untuk menyimpan energi yang tersisa. Kami tidak membeli apa - apa di pusat oleh - oleh Prambanan. Masih ada Malioboro nanti malam dan barang yang ditawarkan pun sama saja hihihi... Oh iya... di kompleks candi diperdengarkan alunan gamelan dan kadang juga tembang jawa melalui speaker yang dipasang di sudut - sudut seluruh kompleks. Sepertinya sudah terlalu panjang isinya hehehe... selanjutnya kemana lagi ya? 

Bonus?
TAKE THIS!
RESTORASI PRAMBANAN


*

*

*

*

*

*

*

*

PERMAINAN APAKAH INI.. ^_^*

Keterangan: Foto bertanda (*) dari barbagai sumber di Google

Sabtu, 18 Oktober 2014

MY FIRST FLIGHT (BANJARBARU I)


     Sfx: Tulalit...tulalit email masuk lewat mobile phone, ternyata isinya pemberitahuan bahwa dalam waktu dekat harus melakukan perjalanan udara. Karena baru pertamakali jadi sempat ragu, mau pergi atau tidak, disamping waktunya juga agak mendadak. Setelah bertanya ke beberapa kenalan yang sudah pernah 'terbang' sebelumnya, akhirnya dapat info cara pembelian tiket pesawat secara online di sini berikut urutannya sampai penukaran dengan tiket asli di bandara, makasih ya semuanya... ^_^
       Pembelian tiket secara online pun cukup mudah, komunikasi utama lewat email dan SMS operator, pembayaran dilakukan via ATM, nah proses pembayarannya ini yang agak sedikit ribet untuk pemula hehehe... Setelah pembayaran berhasil, SMS konfirmasi pun akan diterima, berikut tiket elektronik yang akan dikirim via email untuk selanjutnya diunduh dan diprint sendiri. Harga tiket yang saya dapatkan waktu itu terbilang cukup murah karena memang bukan akhir pekan. Untuk tiket keberangkatan dapat 347ribu ditambah beberapa administrasi jadi 350 + biaya transfer 3000. Untuk tiket kepulangan lebih murah dapat 303ribu berikut tambahan lainnya jadi 306ribu ^_^


TIKET ELEKTRONIK
      
       Urusan tiket pesawat sudah beres... tinggal cari penginapannya. Googling rata - rata harga permalam 250ribu keatas padahal budget untuk penginapan saya targetkan 150 - 200ribu/malam. Akhirnya saya turun kelas, dari hotel kelas melati ke losmen, ternyata lebih susah cari informasinya. Sempat juga cari indekos, karena lokasinya dekat dengan daerah kampus (Univ Lambung Mangkurat & PoltekKes Banjarmasin) tapi rasa-rasanya tidak ada yang pas di hati hihihihii... >_< Susah juga rupanya... sampai ketemulah saya dengan guest house Cahaya Rahman yang menawarkan harga agak sesuai budget (agak) hahaha.. >_< tapi kalau dilihat lagi, dengan harga segitu dan fasilitas segitu jatuhnya jadi murah juga... hehehe... selengkapnya tentang penginapan di sini Selain harga dan kenyamanan, letak penginapan juga relatif dekat kemana - mana, dari bandara kurang lebih 20 menit, dan dari lokasi ujian bisa ditempuh sekurangnya 5 menit saja :D Ada juga penawaran untuk jasa antar jemput bandara, karena info dari kawan-kawan, sementara saya lebih memilih menggunakan taxi saja untuk transportasi di sana. Capcus booking deh... :D 
      


PENGINAPAN TAMPAK DEPAN
   
     Akhirnya hari keberangkatan tiba, saya harus berkendara dulu kurang lebih 5 jam untuk sampai ke Surabaya, berangkat dari rumah masih pagi buta. Ganti bis juga di Probolinggo karena mencari bis AC tarif biasa biar bisa  tidur enak hehehe... Sampai di Bungur langsung pakai taxi untuk ke bandara, taxi blue bird dengan argo, harga jatuh di angka 59ribu + karcis pakir bandara 4000,- Belakangan saya tahu kalau ada bis DAMRI AC yang melayanai rute Bungur - Juanda PP dengan tarif 20ribu.
       Sesaat sebelum sampai di bandara, pak sopir taxi bertanya pada saya,"Terminal 1 atau 2 mbak..?". Nah loh... saya jawab gak tahu wkwkwkk... >_< Pak sopir maklum, akhirnya pertanyaannya diganti begini,"Penerbangan domestik atau internasional mbak..? Pakai maskapai apa..?". "Domestos  Domestik pakai Lion pak.. hehehe...". "Oh.. kalau begitu terminal 2 mbak, kalau terminal 1 untuk penerbangan internasional.. Nanti saya turunkan di depan loketnya lion biar ndak nyasar...". "Oke pak, trimakasih... ^_^". (Dalam hati* paling nyasarnya ke kios dunkin' donuts pak wkwkwkkk... >_<)


*

*

*
 
       Saya tiba di bandara pukul 9.15 sedangkan check in pukul 10.00. Ada waktu sekian menit untuk acara lesehan nggembel hehehehe... saya muter - muter kemana - mana gak jelas >_< tadinya sekalian cari angel menarik buat selpi tapi sepertinya bukan rencana bagus :V Akhirnya saya check in. Saya dan pacar ransel tercinta harus melalui metal detector di tempat terpisah. Proses check in crowded sekali karena ramai dan orang - orang lebih suka berdesak - desakkan daripada antri. Setelah lolos metal detector saya segera mengantri ke tempat pemeriksaan barang bawaan (agak ndusel juga). karena dari depan tidak diberi label kepemilikan jadi harus ekstra care sama barang sendiri kalau gak mau barang kita terbawa atau dibawa orang lain ckckck... :? Di dalam adalah tempat penukaran tiket dan penimbangan barang bawaan yang lebih dari 15kg (untuk kelas ekonomi) Bandara Juanda memasang tarif sebesar 75ribu untuk masuk ke ruang tunggu penumpang (mahal juga ya kalau cuma untuk duduk - duduk dan nge-carghe HP)


DESK 21 & 22 UNTUK JT 222 TUJUAN BANJARMASIN

TERLIHAT TANGGA MENUJU LANTAI DUA

THE REAL TICKET
      
       Setelah semua beres, saya langsung menuju ruang tunggu di lantai dua, setelah menaiki tangga belok ke arah kanan untuk ruang tunggu gate 1,2,3 & 4. Oh iya, buat yang pertamakali ke Juanda, setelah kita menaiki tangga ke lantai dua, terdapat sebuah kios kecil yang berisi beberapa petugas asuransi (bukan petugas bandara) yang akan mengarahkan kita untuk mendatangi mereka. Kalau anda memang tidak ingin mengasuransikan penerbangan, lebih baik mereka diabaikan saja hehehe... :D Sebelum memasuki ruang tunggu, saya dan kekasih ransel saya tercinta kembali menjalani pemeriksaan metal detector, kali ini lebih private dan serius. Tidak ada hal istimewa selama berada di ruang tunggu, malah agak sedikit bosan hehehe... Tepat pukul 11.00 penumpang JT 222 tujuan Banjarmasin dipersilahkan memasuki pesawat, sebelum turun kita melewati pemeriksaan tiket & KTP.
   
MENUJU RUANG TUNGGU UNTUK GATE 1,2,3 & 4

SUASANA DI RUANG TUNGGU

SUASANA DI RUANG TUNGGU

ORNAMEN & DEKORASI LANGIT-LANGIT RUANG TUNGGU
     
DARI DALAM RUANG TUNGGU

HERE COMES YOUR AIRPLANE


SUASANA DI DALAM KABIN *BEFORE FLIGHT
      
     Saya bersebelahan dengan pasangan suami istri setengah baya, yang setelah melihat saya selpi jadi ikutan selpi juga hehehee... :V Setelah berkenalan dan omong - omong ternyata beliau berdua warga Ambulu asli lha... ketemu tetangga satu kabupaten hehehe... ^_^ Kami pun banyak ngobrol  dan obrolan semakin banyak ketika beliau berdua tahu saya baru pertamakali naik pesawat dengan maksud dan tujuan yang agak nekat wkwkwkwkkk... :v Saya sendiri merasa agak sedikit takut sekaligus excited hehehehe... >_< Pesawat mulai bergerak perlahan, sementara para pramugari memberikan arahan tentang safety tools on board dalam dua bahasa, lalu pesawat pun take off...


ILUSTRASI PERJALANAN*

Keterangan: # Foto dengan tanda (*) Dari berbagai sumber di Google
                     

Minggu, 17 Agustus 2014

SOWAN KE TROWULAN IV

"...Akhirnya kami sampai di wihara!!! Setelah menemukan pintu gerbangnya, kami pun masuk, lolongan anjing segera menyambut kedatangan kami malam itu... Sementara jam HP menunjukkan pukul 20.20 :).." Sowan Ke Trowulan III


GERBANG UTAMA*

    Setelah memasuki pintu gerbang, perasaan saya menuntun kaki ini untuk berbelok ke kiri, ternyata benar, kantor wihara tepat berada di sebelah kiri pintu gerbang. Terlihat sebuah rumah dengan model seperti foto di atas tetapi lebih kecil. Di serambinya yang berundak dan berlantai keramik, terlihat beberapa orang sedang menonton acara dari sebuah televisi berukuran 14 inch yang digantung di salah satu sudut. Kami langsung menghampiri mereka dan memperkenalkan diri, bahwasannya kami mahasiswa dari Malang yang tadi siang menelpon ke sini untuk menginap dalam rangka touring di situs Trowulan. Salah satu dari ketiga orang (yang semuanya lelaki) yang rupanya menerima telepon kami, langsung mempersilahkan kami untuk menunggu sementara beliau menemui penjaga yang memegang kunci asrama. Kami pun ikut duduk - duduk lesehan di serambi kantor sambil menonton televisi yang waktu itu saya lupa acaranya apa... 
     Beberapa menit kemudian salah seorang dari bapak - bapak yang tinggal bersama kami (Kenapa dulu nggak kepikiran untuk tahu nama mereka semua ya -_-) mengajak kami ke asrama putri yang ternyata masih belum dibuka, kami bertiga (Aku, mbak Fina dan bapak tadi) kembali menunggu di salah satu gazebo tidak jauh dari asrama, sebenarnya kami tidak benar - benar bertiga, karena suasana begitu gelap ditambah banyak pohon - pohon juga, saya baru menyadari ada dua - tiga anjing yang juga berada di samping kami setelah salah satunya menggonggong wkwkwkkk... bisa dibayangkan ekspresinya mbak Fina waktu itu wkwkwkkkk... Kami bertiga pun terlibat percakapan ringan (sayangnya tidak dibarengi makanan ringan wkkk) Kira - kira seperti ini percakapannya hehehe... :D

Bapak 1 : Mbak - mbaknya ini asli mana..?
Norma   : Saya dari Jember pak hehe... (senyam)
Mbk Fina : Saya Tulungagung.. (senyum)
Bapak 1 : Jadi ini ceritanya tadi berangkat dari Malang..? Naik apa...?
Norma+Fina : Iya...
Norma  : Naik Bis pak dari Malang jam dua... tadi berangkat hujan.. lalu di Mojokerto tidak dapat angkutan ke sini... untungnya ada yang mau memberi tumpangan... itu pun sempat nyasar pak.. Akhirnya bisa juga sampai di sini hehehe...
Bapak 1 : Oh.. begitu... tadi mbaknya turun di mana kok bisa nyasar..?
Norma  : Turun di perempatan Trowulan kolam segaran pak... harusnya masih terus sedikit ya.. kami lewat dalam tadi.. nggak lewat jalan besar hehehe...
Bapak 1  : Oh.. lewat mana..? kuburan..? Iya seharusnya turunnya bukan di perempatan situ mbak.. dari sini ke jalan besar sudah dekat sekali kalau tadi mbaknya nggak nyasar hehehe... Di Malang kuliah atau kerja mbak..?
Norma + Fina  : Senyam-senyum hehehe... kuliah pak...
Bapak 1  : Kuliah di mana..?
Norma+Fina : Brawijaya..
Bapak 1  : Jurusan apa mbaknya..? Seni..?
Norma + Fina  : Perawat Pak.. hehehe...
Bapak 1  : Oh.. saya kira jurusan seni.. kan mau jalan - jalan di sisni... lalu ini dalam rangka apa mbak...
Norma  : Kami memang tertarik pak untuk menjelajah ke sini.. mencari ilmu dan memperkaya wawasan tentang budaya... hehehe...
Bapak 1  : Waahh bagus itu mbak... lalu besok ke sana naik apa mbak..?
Norma+Fina  : Senyam-senyum hehehe...
Norma  : Mungkin jalan kaki saja pak.. kami juga tidak tahu... hehehe...
Bapak 1  : Waduh mbak jalan kaki ndak kejauhan... jauh lho mbak berkilo-kilo...
Norma + Fina : Senyam-senyum kali ini sambil berpikir hehehe...
Norma  : Waduh begitu ya pak... apa ndak ada penyewaan motor di daerah sini... atau angkot mungkin...?
Bapak 1  : Wahh ndak ada mbak... apalagi angkot nggak lewat situs - situs... Ada ojek tapi mahal mbak, keliling bisa 70 - 90 ribu per-orang...
Norma + Fina  : Haaaaa.... beneran pak segitu... ? *_*
Bapak 1 : Iya mbak...
Norma +Fina  : Termangu... -_-
Bapak 1  : Begini saja mbak pinjam motor dari sini ndak apa-apa... Saya antar besok... Bagaimana...?
Norma + Fina  : mmmm....
Norma  : Wahh... kami jadi ndak enak pak... nanti merepotkan... apalagi kami gendut - gendut begini hehehe...
Bapak 1  : hahaha.. ya di bawa sendiri saja mbak berdua... apa nanti ndak nyasar lagi...
Norma  : Hehehe... pasti nggak pak.. saya sudah bawa peta hehehe...
Bapak 2 : (Datang dengan mengayuh sepeda angin) Ini mbak - mbak yang mau menginap..?
Norma + Fina  : Iya pak...
Bapak 2  : Mari.. saya bukakan kamarnya... :)
Norma + Fina  : (Dalam hati: alhamdulillaaaahhh.... ^_^) Iya pak... (Mengucap salam dan berpamitan dengan bapak 1)
Bapak 2  : (Membuka pintu salah satu kamar dengan kunci) Ini mbak silahkan beristirahat... Oh iya ini belum ada sprei dan bantalnya, sebentar saya ambilkan dulu...
Norma + Fina  : Iya pak silahkan.. terimakasih banyak... ^_^

      Kami berdua memasuki ruangan, hmmm kamar yang luas... Di pojok tersusun kasur - kasur busa secara vertikal, wah... bisa muat banyak sekali ini... 

Bapak 2  : (Masuk memberikan sprei dan beberapa bantal) Ini mbak spreinya... bagaimana mbaknya gerah..?
Norma + Fina : Nggak juga pak hehehe...
Bapak 2  : Sebentar ya saya ambilkan kipas angin... (Menghilang secepat kilat)
Norma + Fina  : Saling pandang heran o_o
Bapak 2  : (Kembali dengan sebuah kipas angin duduk) Ini mbak kipasnya... kalau mau mandi di sebelah... kamar mandinya baru saya hidupkan airnya...
Norma + Fina : I..Iyaaa pak terimakasih banyaakkk.... (Hiks..(T~T)
Bapak 2   : Kalau begitu saya tinggal dulu... :)
Norma + Fina  : Iya pak.. silahkan... terimakasih banyak... :')
Bapak 2  : Sama - sama mbak... :)
Norma +Fina : (Saling pandang O_o) (Saling berpelukan penuh rasa haru*) *Yang ini fiktif wkwkwkkk

    Kami memutuskan untuk segera mandi dan tidur karena besok kami harus sudah dalam keadaan bugar untuk mengelilingi situs. Aku mandi duluan, lalu mbak Fina (tidak disangka-sangka) ngikut dan ngajak mandi bareng lhaaaa... mbak... kok barengan sih... kamar mandinya kan banyak,, sebelahan saja hiks.. Berhubung mbak Fina nggak mau hmmfff jadi deh kita berdua mandi bareng, tentu saja... yaa... gayungnya dipakai gantian wkwkwkwkkkk... Sudah skip saja bagian yang ini wkwkwkwkk :v :V



DI DALAM KAMAR


MBAK FINA SETELAH MANDI (DISENSOR SAMA DORAEMON)

     Wahahahaaa.... itu yang tidur dua orang tapi kasurnya tiga :v :V Setelah kebutuhan personal hygiene dan spiritual terpenuhi kami pun tidur... 1.. 2... 3... 4... 5... 6.... Ya nggak mungkin lah bisa tidur setelah begitu banyak hal seru dan mengharukan terjadi wkwkwkkk... Mulailah sesi curhat, cekikikan, eksplorasi dan update status twitter, facebook waahahhahaaa... Pukul dua dini hari baru kami bisa tidur :)

Selamat tidur semuanya... :)

Bejijong - Trowulan, (Dan hari ini sudah berganti) 11 November 2012


                                                                             B

                                                                             O

                                                                             N

                                                                             U

                                                                             S

                                                                            :D

                                                                              I
                                                                              I
                                                                             V



DAPUR DAN LAINNYA, TERLIHAT SASONO BHAKTI DI BELAKANG*

GAMBARAN DENAH YANG BERHASIL DIINGAT

SASONO BHAKTI DARI LUAR*

DI DALAM SASONO BHAKTI (SAYANG KAMI TIDAK MASUK)*

SLEEPING BUDHA

KALAU YANG INI SAYA NGGAK TAKUT :D

(Keterangan foto bertanda [*] dari berbagai sumber di Google)

Minggu, 01 Juni 2014

SAYA GANTI JUDUL

    Sudah lama sebenarnya saya ingin merubah judul blog ini. Karena memang sepertinya menggunakan nama sendiri sebagai judul sebuah blog sudah terlalu biasa dan riskan sekali sebenarnya. Jadi tidak ada bedanya bagi saya saat membuka facebook dengan membuka blog  hehehe... Hari ini pun saya masih bingung judul apa yang menarik sekaligus belum ada dan sesuai dengan keinginan saya... Tapi jangan ikut bingung ya... karena mungkin entri saya kali ini membuat anda bingung (bukannya entri yang sudah - sudah juga begitu ya..) wkwkwkwkkk... >_<
      Jangankan memikirkan judul blog yang baru, lha wong mencari tombol edit-nya saja masih cari - cari, pencet sana pencet sini (asal jangan sampai pencet situ) wkwkwkkk... :v Setelah sekian menit baru ketemu itu hehehe... capcus klik edit dan berlanjut dengan kekosongan (alias melamun cint...) wkwkwkk... :v


Sumber foto dari google
   Entah sudah berapa menit saya melamun, tiba - tiba saja muncul ide (yes melamunnya membuahkan hasil) :v "WONDERFUL JOURNEY" Karena memang dari awal dibuat untuk tujuan mendokumentasikan perjalanan - perjalanan saya ke berbagai (baca:beberapa) tempat jadi muncullah judul itu, kenapa dalam bahasa inggris, ya biar kalau disearching sama orang manca bisa nongol begitu wkwkwk... (Ngarep sekali bisa mendunia, padahal ya tulisannya pakai bahasa indonesia) wkwkwkwwkkk... :v 
    Kira - kira sudah ada yang memakai juga tidak ya... searching dulu deh di google ternyata malah itu judul lagu hahaha... Ya sudah tidak apa-apa karena memang perpaduan dari kata wonderful dan journey itu sebenarnya sudah umum dipakai orang, yang penting bukan judul blog orang lain saja kan... Selanjutnya jadilah judul blog saya berganti hehehe... jangan khawatir* karena cuma ganti judul, isinya tetap, penulisnya tetap, dan satu lagi, tetap gratis... wkwkwkkk... (jadi ingat nama baru tokobagus.com yang juga ganti nama baru-baru ini) wkwkwk... :v
     Jadi kira-kira begitulah ceritanya semoga dengan judul baru** semakin banyak ide - ide baru untuk menulis. Membaca dan menulis, menulis lalu membaca, membaca lalu menulis :D



*Memangnya ada ya yang khawatir wkwkwkwkkk... >_<
**Alamat blog tidak berubah tetap di http://normayustisianotes.blogspot.com/

Minggu, 27 April 2014

NASI JAGUNG KENANGAN

      Pagi ini ada yang istimewa, karena orang rumah sebagian dalam keadaan libur, pagi hari yang biasanya sibuk jadi agak santai. Semua dibikin santai termasuk urusan sarapan, yang biasanya masak sendiri jadi beli di luar. Selain itu sarapan pun berubah jam tayang, yang setiap harinya dilakukan antara rentang waktu pukul 06.00 - 08.00 pagi, kali ini pukul setengah lima malah sudah dalam keadaan sedang sarapan hahaha... :D belinya juga pukul 4 pagi...! :O Ceritanya setelah subuh masih sekitar pukul 4 lewat sedikit, saya dan mama jalan-jalan ke dapur tetangga lho..? >_< Ngapain...??? hahahaha... tetangga saya itu kebetulan penjual nasi jagung di pasar tradisional (namanya pasar Manggisan) bukan pasar buah manggis lho ya, tapi karena pasarnya terletak di daerah yang bernama Manggisan (penamaan Manggisan masih menjadi misteri) >_<  Kami ke sana pagi sekali, karena terlambat sedikit bisa jadi yang bersangkutan sudah berangkat beserta seluruh dagangannya ke pasar :O
   Dengan membawa lima buah piring, kami berdua berangkat (bawa uang juga sih), sebenarnya bukan tetangga satu komplek, melainkan tetangga seberang jalan (?) karena memang orangtua sudah langganan sejak dulu (sejak belum jadi tetangga seberang jalan) jadi cukup akrab sama ibu penjualnya :) Menembus hawa dingin khas pagi hari, akhirnya kami sampai di pintu luar rumah ibu penjual yang langsung menuju dapurnya. Meskipun cukup sering membeli nasi jagungnya, tapi baru kali ini saya ikut membeli langsung ke dapurnya (karena lebih sering beli waktu di pasar). Sesaat setelah pintu di buka saya langsung disuguhi suasana dapur yang hangat (hangat memang ternyata karena ada tungkunya) yup, ibu masih memakai tungku untuk memasak semua menu masakan yang akan dijualnya. Dan semuanya adalah masakan hari ini alias fresh :D Sayang sekali saya tidak membawa kamera tadi, mungkin terlihat lucu waktu saya berjongkok menghangatkan diri di depan tungku arang dengan seceret air yang sedang direjang >_<


FRESH FROM THE PAWON
     Seporsi masih murah sekali, 3000 rupiah saja. Bahkan masih banyak yang membeli dengan harga di bawah itu, tapi si Ibu tetap melayani dengan ramah, baginya yang penting pelanggan senang dan tidak bosan membeli.
      Seperti yang sudah saya tuliskan kalau saya tidak membawa kamera bahkan HP sekalipun jadi amat disayangkan saya tidak punya dokumentasi ibu penjualnya... Mungkin nanti saat ada kesempatan ke rumahnya lagi saya pasti akan membawa kamera hehehe... :v Oh ya.. meskipun ibu penjualnya hanya tinggal seorang diri, tapi beliau memasak semua menu masakan dagangannya juga seorang diri... Semua kegiatan masak memasak ini beliau lakukan setelah dagangannya habis, setelah membereskan lapak beliau langsung belanja semua kebutuhan untuk bahan masakan esok hari. Beliau menyiangi sayuran, mengupas bumbu-bumbu saat sore hari dan kegiatan memasak yang sesungguhnya baru dilaksanakan pukul 1:00 dini hari hingga semuanya matang dan siap dijual sekitar pukul 05:00, tiap hari selalu begitu kecuali ada hari besar seperti hari raya kurban. Sudah lebih dari 30 tahun beliau melakukannya.. SubhanAllah... Saya takjub sekali... beliau bisa bangun setiap harinya pukul segitu tanpa alarm jam... hanya mengandalkan alarm bawah sadar saja... It so cool... ^_^
        Beliau bercerita bila sebenarnya saat ini kegiatannya tidak seberat dulu, karena dulu masih ada anak yang harus dihidupi dan suami yang wajib dilayani. Sekarang semua putra putri beliau sudah hidup mandiri di luar kota dan memberinya cucu-cucu, suaminya pun telah meninggal beberapa tahun yang lalu. Entah bagaimana bila suatu saat bila beliau sakit... hmmm saya pun meng-iyakan saat beliau mengatakan bahwa selama ini beliau tidak pernah sakit sehingga bisa berjualan setiap hari, dan semoga tidak menderita sakit dahulu sebelum meninggal biar tidak merepotkan orang katanya, "Mungkin ini juga karena do'a dari para pelanggan nak.." Bisa jadi.. bisa jadi... saya menimpali perkataannya dengan senyuman :)
       Mencari teladan memang tidak selalu dari orang-orang hebat yang terkenal. Memaknai hidup terkadang tidak harus pergi melang-lang buana dan menyepi di gunung-gunung. Lihat sekitar, temukan yang paling sederhana dan kita akan mengerti apa yang menjadikan kederhanaan itu. Life is simple actualy :)

Rabu, 05 Februari 2014

RAMAYANA DALAM NOVEL MAYA

"Baiklah yuk disimak... :D Nama resmi candi ini adalah Candi Prambanan (sesuai dengan daerah di mana candi berada, seperti juga candi Singhasari), sedangkan nama Candi Sewu atau Candi Rara Jonggrang didasarkan dari cerita rakyat Rara Jonggrang. Sebenarnya siapa Rara Jonggrang itu? Apa kisah itu benar adanya..? Apakah benar....???" (Norma Yustisia, MENGINAP DI YOGYAKARTA IV)

      Di atas merupakan potongan tulisan saya di MENGINAP DI YOGYAKARTA IV jauh sebelum saya membaca MAYA karangan Ayu Utami yang merupakan salah satu novel dari Seri Bilangan Fu. Novel ini terbit Desember 2013 dan saya baru bisa membelinya bulan lalu. Jadi... apa yang mau dibahas di sini tak lain adalah keterkaitan antara isi novel dan tulisan saya. Lho kok bisa ada kaitannya..? Tidak lain karena dalam novelnya kali ini Ayu membahas tentang candi Prambanan dan Sendratari Ramayana. 



NOVEL KOLEKSI: KANTUNG SEMAR SEBAGAI GAMBAR SAMPUL


      Novel ini menghubungkan dengan Seri Bilangan Fu dan Dwilogi Saman-Larung, begitu yang tertera di sampul belakang buku. Memang demikian inti dari novel ini menceritakan kembali pencarian Saman oleh Yasmin. Yasmin dan Saman yang di akhir novel Saman menjalin percintaan, dilengkapi kembali kisahnya di sini (sebagian berupa potongan - potongan adegan yang tidak diceritakan di Saman). Setelah Saman menghilang, barulah Yasmin menyadari bahwa dirinya mengandung. Di sini tampak sekali Ayu ingin membuat pembaca mengerti pergulatan Yasmin yang didera rasa bersalah terhadap suami dan hidupnya sekaligus perasaan yang bahagia terkait hubungannya dengan Saman dan anak yang lahir kemudian.
     Di awal cerita muncul kembali tiga tokoh dalam novel Larung, para mahasiswa yang dulu coba dilarikan oleh Saman dan Larung, juga datangnya tiga pucuk surat dari Saman kepada Yasmin setelah kehilangan yang lama. Di surat ketiga ikut juga sebuah batu mulia (akik) yang disebut dengan batu supersemar. Batu inilah yang kemudian membawa Yasmin mendatangi padepokan Suhubudi, guru kebatinan, Bapaknya Parang Jati di desa Sewugunung, Gunung Kidul. Yasmin dalam Dwilogi Saman-Larung digambarkan sebagai sosok wanita yang mencintai kehidupan sempurna dan tidak tertarik dengan klenik, kali ini menjadi lebih terbuka karena keyakinannya untuk menemukan Saman lebih kuat dari apapun.
      Tidak seperti tiga novel sebelumnya (Bilangan Fu, Manjali Dan Cakrabirawa & Lalita) Maya sama sekali tidak menyertakan Marja dan kekasihnya (Sandi Yuda) sebagai lakon, otomatis Parang Jati menguasai keadaan seorang diri, baik di masa lalu dan masa kini. Dialah penemunya dan yang menghadiahkan kepada Saman ketika statusnya masih seorang Frater, batu akik supersemar. Semua tokoh seperti menjadi sentral, ketika Maya muncul sebagai salah satu anggota dari Klan Saduki. Meskipun Maya dan Klan Saduki pernah di bahas dalam novel sebelumnya, baru di novel inilah nama digunakan untuk menggambarkan dirinya. Dia yang kemudian dihadapkan-hadapkan dengan Yasmin, seperti menggambarkan filosofi Rwa Bhineda. Hitam dan putih, di sinilah konsep kesempurnaan pertamakalinya digugat bahkan oleh seorang seperti Yasmin.


NOVEL KOLEKSI: DWILOGI SAMAN-LARUNG

     Akhir dari novel cukup rumit bila tidak bisa dibilang legowo ending. Tapi ada bab - bab menarik yang membahas Prambanan dengan lebih intim. Reka ulang percakapan antara Yasmin dan Larung yang (lagi-lagi) tidak dimunculkan dalam novel Larung.

"Perhatikan namanya: Lara Jonggrang. Ataukah Prambanan? Kita tak tahu lagi namanya semula...... Lalu Larung membawanya kepada patung batu itu, yang terletak dalam salah satu ruang di rahim candi utama: arca Lara Jonggrang. Artinya: Dara semampai." (Ayu Utami, Maya, Hal:161)

    Di halaman berikutnya, lewat tokoh Larung, Ayu menceritakan kembali kisah Lara Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Entah Ayu atau KPG, Ada sedikit kesalahan cerita yang saya yakin merupakan ketidaksengajaan. (Baca kembali kisah Lara Jonggrang di Sini). Percakapan antara Larung dan Yasmin di bab 28 juga pernah saya bahas dalam tulisan saya. Di bagian ini saya dan Ayu menyepakati satu hal tentang Lara Jonggrang :P (Lihat tulisan saya di MENGINAP DI YOGYAKARTA IV).

"Legenda Lara Jonggrang hanyalah satu lapis cerita, selapis yang lebih muda.... Jadi orang-orang yang menuturkan legenda tentang perempuan cantik menjelma batu sesungguhnya juga tidak tahu lagi tentang asal mula candi ini. Sudah kubilang: bangsa ini mudah melupakan kejadian...... Jadi arca perempuan cantik ini bukan Lara Jonggrang? Tahukah kau siapa dia: perempuan yang berdiri di atas seekor hewan, bertangan delapan, memegang senjata segala dewa? Dia adalah Durga Mahishashuramardini. Artinya Durga yang mengalahkan Mahishashura." (Ayu Utami, Maya, Hal:163)

Selebihnya bab ini membahas masalah yang tak kalah menarik, tentang Surat Perintah Sebelas Maret yang gamblang dan Pancasila yang tersirat. Supersemar memang menjadi bahasan yang penting dalam novel ini, hingga diwujudkan dengan lakon pasif yang nyata berupa batu mulia.

     Setelah muter-muter... saya ingin kembali ke judul... lha iya judulnya Ramayana  Dalam Novel Maya tapi daritadi belum dibahas juga hehehe... :D. Lalu Maya, siapakah Maya di sini? Namanya begitu spesial sehingga Ayu memilihnya sebagai judul. Maya adalah salah satu anggota Klan Saduki, sekumpulan manusia cacat yang dipelihara oleh Suhubudi di Padepokannya. Ia digambarkan sebagai seorang wanita kerdil yang albino dengan rambut putih dan tipis, meskipun begitu ia memegang peran menari sebagai Sinta dalam sendratari (orang cacat) Ramayana, khusus di padepokan pertunjukan ini digelar, penontonnya para tamu padepokan, termasuk Yasmin dan putrinya, juga Saman di masa lalu. Maya sendiri berarti tidak tampak, tidak ada tapi sesungguhnya ada. Maya juga merupakan nama lain yang lebih resmi dari Semar yaitu Sang Hyang Ismaya. Begitulah Maya yang seakan terlihat maya karena wujudnya yang putih bak manusia tembus pandang sehingga Suhubudi menamakan dirinya demikian.
    Ramayana di Indonesia sendiri adalah kisah saduran dari kitab Ramayana dari India, ini pula yang dijelaskan oleh Ayu. Orang Jawa memang pintar menyadur dan mencampur kebudayaan luar dan negeri sendiri. Kisah Ramayana di Indonesia menggunakan setting dan pakaian ala orang Jawa. Jadi di sini kita sudah tidak bertemu lagi dengan Sinta atau Sita (India) yang memakai sari, melainkan Sinta yang sudah memakai jarik dan kemben. Kenapa Ramayana, kenapa Prambanan, tak lain karena Prambanan sendiri dipahat dengan Ramayana sebagai reliefnya. (Baca relief Prambanan di MENGINAP DI YOGYAKARTA V) Satu lagi yang unik dari Ramayana Made In Indonesia, yaitu hadirnya para Punakawan (Semar, Gareng, Petruk, Bagong). Yang ditonjolkan Ayu dalam novel Maya tentunya Semar. Lalu siapakah gerangan Semar itu... Mmmm... saya tidak akan membahasnya terlalu jauh di sini :P Bukan karena malas mengetik tentunya, karena memang Semar memerlukan pembahasan tersendiri dengan judul lain :P



NOVEL KOLEKSI

   Jika dipetik pelajaran, Ramayana menceritakan tentang kesetiaan. Seperti kata Ayu, Ramayana adalah kesetiaan, kesetiaan Rama pada kata-kata, Sinta pada suami dan Laksmana pada saudara. Saya mulai mengenal Ramayana dari pola pintu rumah orang tua (sayangnya sekarang sudah pindah) pintu dari kayu lapis yang berpola kisah pewayangan di zaman itu sedang populer. Kebetulan yang di rumah itu tema wayangnya adegan ketika Sinta di bawa terbang sama Rahwana sambil digrecoki Jatayu :D Lalu mulailah saya membaca-baca novelnya, waktu itu masih kelas 2 SD, bukan Novel seperti gambar di atas, ini karangan orang lainnya lagi dari masa yang lebih lama dengan judul bebeda, "Sri Rama Gandrung" Gandrung di sini artinya orang hilang akal >_<. Waktu main ke Prambanan dulu memang tidak sempat ikut menonton sendratarinya, karena malam hari dan tidak termasuk dalam itinerary kita :(


SENDRATARI RAMAYANA PRAMBANAN

"Para penari berpakaian manik-manik emas. Wajah mereka dilukis indah dan gagah. Tubuh mereka semampai. Mereka bukanlah bayang-bayang. Mereka adalah keindahan itu sendiri. Tiba-tiba ia merasa, yang ia tarikan selama ini sungguh redup dan kusam. Tiba-tiba ia merasa tidak berharga. Ia tidak bisa lagi melihat keindahan pada dirinya sendiri." (Ayu Utami, Maya, Hal:80-81)

    Dalam novel Maya memang digambarkan dan dibandingkan sendratari Ramayana di Prambanan dengan sendratari Klan Saduki. Diceritakan ketika Yasmin membawa Maya menonton sendratari Ramayana "sungguhan" yang justru membuat Maya menjadi rendah diri dan menyadari sesuatu yang belum dia sadari sebelumnya, bahwa begitu besar kesenjangan antara dia sebagai Sinta dalam padepokan dan Sinta si penari cantik dari Prambanan. Saya menyimpulkan Ayu ingin menyampaikan pada pembaca bahwa kesempurnaan akan terlihat sempurna jika yang menjadikannya sempurna menjadikan sempurna. Seperti sendratari Ramayana Klan Saduki yang tetap membuat siapa yang menonton, menonton kesempurnaan.

"Ia merasa memasuki  dunia dongeng makhluk lain. Makhluk punakawan...... Dengan kisah yang ia ketahui: Rama dan Sita..... Rasa itu agak menakjubkan. Rasa ketika kau berubah selera dan memahami sesuatu yang sebelumnya tak bisa kau fahami. Kau tiba-tiba merasakan keharuan pada sesuatu yang telah kau anggap tak sempurna.(Ayu Utami, Maya, Hal: 31-32)


SENDRATARI RAMAYANA BALI DIWUJUDKAN DALAM TARI KECAK

"Makhluk-mahkluk yang kini muncul di layar itu mengingatkan ia pada wayang Bali, bukan wayang Jawa. Wayang Jawa bertubuh tipis dan runcing, tetapi bayangan-bayangan ini dempal dan berkaki pendek...... Itu menjelma detik yang paling mengguncangkan bagi penonton. Mereka tetap di tempat duduk. Satu persatu penari tampil di muka layar untuk pertamakalinya. Lalu yang maya dan indah menjadi banal dan menakutkan." (Ayu Utami, Maya, Hal: 31-33)


RAMA WIJAYA KIRI: JAWA, KANAN: BALI

      Pertunjukan sendratari Ramayana Klan Saduki disuguhkan dengan menggunakan teknik seperti pertunjukkan wayang kulit Bali. Wayang kulit di Bali dimainkan oleh dalang di balik layar dengan menggunakan blencong (lampu minyak) sebagai penerang, sehingga orang yang menonton hanya akan menonton bayangan dari sisi lainnya (itulah kenapa disebut wayang = wewayang atau bayangan). Demikian dengan wayang wong yang biasanya berbentuk sendratari, akan dimainkan tanpa batasan tirai oleh para lakonnya yang tidak lain adalah manusia, seperti halnya sendratari Ramayana yang dipentaskan di pelataran Prambanan. Tetapi begitulah para wayang wong Klan Saduki Menarikan Ramayana di balik tirai, menyembunyikan wujud dalam bayang-bayang.




_KESEMPURNAAN BAHKAN BISA DI TEMUKAN DALAM KETERBATASAN_

Sekian


*Sumber foto dari Google
*Tari kecak buka di sini

Kamis, 31 Oktober 2013

BERBURU SUMBER PROTEIN GRATIS! (KEONG SAWAH)

    Tinggal di pinggiran alias desa membuat saya begitu akrab dengan kebun dan sawah, termasuk seluruh ekosistemnya, karena kalau menurut pelajaran biologi saya juga termasuk di dalam ekosistem itu, (termasuk predatornya) :D Seperti kebanyakan anak - anak desa lainnya, saya juga punya kebiasaan berburu, lahan berburunya pun tidak jauh dari kebun, sawah dan sungai. Kebetulan sekali, rumah saya di kelilingi oleh kebun, seperti kebun mangga, rambutan, jeruk, pisang, jagung, singkong, kacang, ubi dan lainnya. Juga persawahan dan sungai besar (Bondoyudo) juga sungai - sungai kecil. Wow sekali ya..! Musim berburu di sawah kebanyakan dilakukan saat memasuki musim hujan dan musim berburu di sungai bagi saya adalah saat sungai surut (Karena tidak hobi memancing) Orang - orang biasanya ramai mencari belut, keong, katak atau remis kalau sungai besar sedang surut, sepanjang itu sungai besar tak pernah sepi dari kegiatan pancing memancing.
     Ini dia hewan buruan favorit saya di sawah -->> Keong sawah! Selain saya tidak pandai menangkap buruan yang geraknya cepat (seperti belut) menangkap keong adalah perkara yang mudah! karena lari saya lebih cepat dari mereka wkwkwkwkwkkkk... :P Seperti apa keong sawah itu, ini dia penampakannya... :D

KEONG SAWAH

     Ada yang belum tahu keong sawah...? Ada yang gemar makan olahannya...? Kalau iya, berarti anda ada di pihak saya... hehehehee... ^_^ Keong sawah memiliki banyak nama, seperti di Jawa Barat binatang air ini disebut Tutut, di Bali bernama Kakul dan di daerah saya, tepatnya di kabupaten Jember, keong sawah dijuluki Kul, Unik bukan...? Bagi yang belum tahu sama sumber protein yang satu ini silahkan klik Keong In Here ya... :) Sesuai dengan namanya, keong sawah banyak ditemukan di area persawahan dan parit - parit kecil irigasi sawah, biasanya mereka bersembunyi di dalam lumpur. Selain rasanya yang enak dan bertekstur kenyal, keong sawah memiliki kandungan gizi dan manfaat yang baik untuk kesehatan manusia, selengkapnya baca di Manfaat Keong... :) ternyata di balik cerita manis itu, keong merupakan hama bagi petani, hmmm... :( Kenapa bisa dianggap hama? Itu karena keong suka merusak padi yang baru disemai, sehingga petani harus kembali mengulangi menanam rumpun padi yang baru untuk mengurangi penurunan produksi padi... :(


SEGEROMBOL TELUR KEONG SAWAH

     Penanggulangan keong sawah sebagai hama dilakukan dengan penyemprotan pestisida, menancapkan ranting atau tiang bambu di area sawah, dengan harapan induk keong akan menaruh telurnya di sana sehingga petani dengan mudah memungut telur - telur keong dan mengurangi populasi keong. Tetapi tidak sedikit juga keong sawah dibasmi dengan cara diburu untuk dikonsumsi ataupun dijadikan pakan ternak seperti bebek dan angsa.


KEONG SAWAH ATTACK!

    Nah setelah membahas apa itu keong sawah alias keong racun mas, sekarang saatnya mengetahui cara mengolah keong menjadi lauk/ camilan yang nyummy... :D Banyak variasi untuk teknik dan bumbu yang digunakan, karena ini tulisan saya, jadi mari kita bahas saja teknik dan bumbu yang biasa saya gunakan di rumah... :D




KEONG GORENG

Bahan 1:
  1. Keong segar yang masih di dalam cangkang (1 ember sedang)
  2. Garam (setengah bungkus)

Bahan 2 (bumbu halus):
  1. Bawang putih (8 siung)
  2. Kunir/ Kunyit secukupnya (seruas jari telunjuk)
  3. Ketumbar (1 1/2 sdm)
  4. Merica (1/4 sdm)
  5. Minyak untuk menggoreng (Gunakan kira-kira 3 sendok sayur)

Cara mengolah:
  1. Cuci keong sampai bersih
  2. Rebus keong, gunakan air hingga merendam seluruh keong
  3. Setelah mendidih, tunggu beberapa saat lalu tiriskan keong
  4. Keluarkan keong dari cangkangnya menggunakan garpu atau lidi
  5. Buang lambung dan kantung pasir keong sehingga menghasilkan keong siap olah seperti nomor 6
  6.  
  7. Setelah keong selesai disiangi, uleni keong dengan garam dalam jumlah banyak untuk menghilangkan sisa lendir, setelah dirasa cukup, bilas keong menggunakan air mengalir beberapa kali hingga keong bersih.
  8. Uleni keong dengan bumbu halus, diamkan 5 menit lalu goreng dalam minyak panas hingga berubah warna
  9. Keong siap dinikmati dengan nasi putih hangat... :D

       Gimana sih penampakan keong goreng yang sudah matang itu...? Ahahahahaa... maaf ya tidak ada fotonya, foto menyusul entah kapan... :D Soalnya waktu nulis ini saya sedang tidak memasak keong... :P Sepertinya sampai di sini dulu edisi keong sawahnya... saya mau berburu lagi... Sayonara... :D :D :D (demi foto)


THIS IS IT...! Akhirnya tadi pagi terlaksana juga... :D :D :D


PROSES YANG LUMAYAN LAMA


JJREEEENNGG.... :D :D :D


ITADAKIMASU... :D