Kamis, 31 Oktober 2013

BERBURU SUMBER PROTEIN GRATIS! (KEONG SAWAH)

    Tinggal di pinggiran alias desa membuat saya begitu akrab dengan kebun dan sawah, termasuk seluruh ekosistemnya, karena kalau menurut pelajaran biologi saya juga termasuk di dalam ekosistem itu, (termasuk predatornya) :D Seperti kebanyakan anak - anak desa lainnya, saya juga punya kebiasaan berburu, lahan berburunya pun tidak jauh dari kebun, sawah dan sungai. Kebetulan sekali, rumah saya di kelilingi oleh kebun, seperti kebun mangga, rambutan, jeruk, pisang, jagung, singkong, kacang, ubi dan lainnya. Juga persawahan dan sungai besar (Bondoyudo) juga sungai - sungai kecil. Wow sekali ya..! Musim berburu di sawah kebanyakan dilakukan saat memasuki musim hujan dan musim berburu di sungai bagi saya adalah saat sungai surut (Karena tidak hobi memancing) Orang - orang biasanya ramai mencari belut, keong, katak atau remis kalau sungai besar sedang surut, sepanjang itu sungai besar tak pernah sepi dari kegiatan pancing memancing.
     Ini dia hewan buruan favorit saya di sawah -->> Keong sawah! Selain saya tidak pandai menangkap buruan yang geraknya cepat (seperti belut) menangkap keong adalah perkara yang mudah! karena lari saya lebih cepat dari mereka wkwkwkwkwkkkk... :P Seperti apa keong sawah itu, ini dia penampakannya... :D

KEONG SAWAH

     Ada yang belum tahu keong sawah...? Ada yang gemar makan olahannya...? Kalau iya, berarti anda ada di pihak saya... hehehehee... ^_^ Keong sawah memiliki banyak nama, seperti di Jawa Barat binatang air ini disebut Tutut, di Bali bernama Kakul dan di daerah saya, tepatnya di kabupaten Jember, keong sawah dijuluki Kul, Unik bukan...? Bagi yang belum tahu sama sumber protein yang satu ini silahkan klik Keong In Here ya... :) Sesuai dengan namanya, keong sawah banyak ditemukan di area persawahan dan parit - parit kecil irigasi sawah, biasanya mereka bersembunyi di dalam lumpur. Selain rasanya yang enak dan bertekstur kenyal, keong sawah memiliki kandungan gizi dan manfaat yang baik untuk kesehatan manusia, selengkapnya baca di Manfaat Keong... :) ternyata di balik cerita manis itu, keong merupakan hama bagi petani, hmmm... :( Kenapa bisa dianggap hama? Itu karena keong suka merusak padi yang baru disemai, sehingga petani harus kembali mengulangi menanam rumpun padi yang baru untuk mengurangi penurunan produksi padi... :(


SEGEROMBOL TELUR KEONG SAWAH

     Penanggulangan keong sawah sebagai hama dilakukan dengan penyemprotan pestisida, menancapkan ranting atau tiang bambu di area sawah, dengan harapan induk keong akan menaruh telurnya di sana sehingga petani dengan mudah memungut telur - telur keong dan mengurangi populasi keong. Tetapi tidak sedikit juga keong sawah dibasmi dengan cara diburu untuk dikonsumsi ataupun dijadikan pakan ternak seperti bebek dan angsa.


KEONG SAWAH ATTACK!

    Nah setelah membahas apa itu keong sawah alias keong racun mas, sekarang saatnya mengetahui cara mengolah keong menjadi lauk/ camilan yang nyummy... :D Banyak variasi untuk teknik dan bumbu yang digunakan, karena ini tulisan saya, jadi mari kita bahas saja teknik dan bumbu yang biasa saya gunakan di rumah... :D




KEONG GORENG

Bahan 1:
  1. Keong segar yang masih di dalam cangkang (1 ember sedang)
  2. Garam (setengah bungkus)

Bahan 2 (bumbu halus):
  1. Bawang putih (8 siung)
  2. Kunir/ Kunyit secukupnya (seruas jari telunjuk)
  3. Ketumbar (1 1/2 sdm)
  4. Merica (1/4 sdm)
  5. Minyak untuk menggoreng (Gunakan kira-kira 3 sendok sayur)

Cara mengolah:
  1. Cuci keong sampai bersih
  2. Rebus keong, gunakan air hingga merendam seluruh keong
  3. Setelah mendidih, tunggu beberapa saat lalu tiriskan keong
  4. Keluarkan keong dari cangkangnya menggunakan garpu atau lidi
  5. Buang lambung dan kantung pasir keong sehingga menghasilkan keong siap olah seperti nomor 6
  6.  
  7. Setelah keong selesai disiangi, uleni keong dengan garam dalam jumlah banyak untuk menghilangkan sisa lendir, setelah dirasa cukup, bilas keong menggunakan air mengalir beberapa kali hingga keong bersih.
  8. Uleni keong dengan bumbu halus, diamkan 5 menit lalu goreng dalam minyak panas hingga berubah warna
  9. Keong siap dinikmati dengan nasi putih hangat... :D

       Gimana sih penampakan keong goreng yang sudah matang itu...? Ahahahahaa... maaf ya tidak ada fotonya, foto menyusul entah kapan... :D Soalnya waktu nulis ini saya sedang tidak memasak keong... :P Sepertinya sampai di sini dulu edisi keong sawahnya... saya mau berburu lagi... Sayonara... :D :D :D (demi foto)


THIS IS IT...! Akhirnya tadi pagi terlaksana juga... :D :D :D


PROSES YANG LUMAYAN LAMA


JJREEEENNGG.... :D :D :D


ITADAKIMASU... :D

5 komentar:

  1. Bukankah nama hewan ini Koeng Mas, kalau di daerah saya yang bisa dimakan yang telurnya putih, jadi yang telunya merah bisa juga dimakan ya....mantap nih...makasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aman gK sih kalo telurnya d masak,,bhya gk kak

      Hapus
  2. Bisa nggak telur keong sawah d masak atau bhya gk

    BalasHapus